Saturday, October 08, 2005

divine intervention

kita pernah, bahkan sering mendengar dan dihadapkan pada yang namanya takdir. entah oleh Sang Pencipta digariskan untuk pada akhirnya berhenti pada satu titik, menemukan sesuatu.

atau mungkin berhenti pada suatu titik, mati saat mencari, tanpa menemukan apapun. mati sia-sia, menurut kita.

but hey, apa yang menurut kita mati sia-sia sebenarnya mungkin tidak sia-sia menurutNya, siapapun Dia, karena Ia punya rencanaNya sendiri. tergantung berpikir secara manusia atau secara dirinya.

tapi sebagai manusia, definitely you're not God or god, so don't think like One or one. karena ada "oknum" yang berkata bahwa tak ada seorang manusia pun yang mampu menjangkau cara pikirNya. so stop it.

think like a human cause you're all humans, you f**ing "chosen one", "yang berada di jalanNya", "yang diluruskan jalannya", "yang diberkati", dan sebagainya.

apapun yang kita lakukan, baik atau buruk - atau kata beberapa "orang" yang dianggap "yang berada di jalanNya", perbuatan tercela atau dosa - semuanya memang dari kata hati kita. dan semua itu memang telah diinginkan untuk terjadi seperti itu olehNya, suka atau tidak.

tidak ada yang salah dengan kata hati kita. yang salah adalah apabila kita tidak jujur dengan hati kita sendiri.